“Tidak. Dia tidak kuno, Regan Wijaya. Dia sangat mengerti aku. Arthur tahu aku suka ballet dan well, sayangnya aku tidak bisa melakukannya lagi setelah—” “Jangan dilanjutkan,” potong Regan dengan sebal. Anna tersenyum “Setelah ‘itu’. So, he is going to take me to watch ballet.” Regan mengendikkan bahunya. “Terserah. Jika kamu butuh tumpangan setelah kencan butamu dengan Arthur, you can—” “Arthur akan mengantarkan aku pulang.” Dan detik itu, adalah awal kesalahan terbesar Regan pada Anna. *** Regan melempar tasnya dengan kesal. “Opera?! Apa bagusnya Opera? Aku bisa membelikannya gedung Opera jika dia mau! Arthur sialan!” Regan menggerutu kesal. Dia tidak suka Anna—sahabatnya—tolong tekankan itu, dibawa oleh lelaki yang belum Regan kenal. Iya! Semua lelaki yang ingin mendekati Anna,

