“Lepaskan, Regan,” desis Zee pada Regan yang menatapnya tajam dan masih menjebaknya antara tembok dan tubuh Regan yang jauh lebih besar darinya. “You unpack, and I’d love to let you go.” Zee berdecih. Dia menggeleng tanpa ragu. “You’re not my boss here, Regan. Dan aku tidak ingin terjebak di satu tempat dengan orang yang ingin memaksa aku masuk ke dalam pernikahan yang tidak aku inginkan.” Regan berdecak. Dia semakin mendekatkan wajahnya pada Zee hingga ujung hidung mereka hampir bersentuhan. “Here me out, you spoiled woman, aku tahu aku salah karena sudah mengatakan hal ceroboh pada Ramon Costa, tapi aku juga bermaksud untuk melindungi kamu dari pria yang ingin melecahkan kamu saat itu, dan kali ini aku juga ingin melindungi kehormatan kamu sebagai wanita agar tidak dipandang sebelah m

