Honeymoon

976 Kata
4 hari sudah pernikahan Muya dan Ken dan Muya kini sudah mulai membaik. Sudah tidak selemah kemarin. Ken kini sudah mengajak Muya untuk untuk pergi berbulan madu ke Jepang. Dan mereka sudah berada di negara Jepang. Suasana pantai di sore hari membuat suasana semakin romantis. Deburan ombak dan riuhnya suara burung membuat Muya tak bisa menahan untuk tidak berenang. Muya melepas pakaiannya dan segera mengenakan bikini. Ken yang melihat hal itu langsung reaksi. Wajah Ken memerah dengan seketika. Merasa malu melihat kemolekan tubuh seksi yang istri. Sedang Muya sendiri sudah terbiasa karena dia adalah seorang model majalah dewasa dan sudah biasa mengenakan bikin yang seksi seperti ini. “Ayo, Kak, kita berenang aku sudah siap,” ucap Muya sambil mengikat rambut panjangnya yang berwarna cokelat terang. “Tapi kita baru saja sampai, Sayang," ucap Ken masih terduduk memperhatikan sang istri. “Tidak apa-apa, Kakak Sayang, ayo lepas pakaianmu kita berenang sekarang!” ajak Muya. “Sebentar lagi, ya, Sayang,” ucap Ken sambil tersenyum dengan sangat manis. "Ya sudah aku sendiri saja, Kak, kamu sebaiknya istirahat saja, aku memang selalu tidak tahan kalo melihat air." Muya terlihat kecewa. Ken yang melihat raut wajah sang istri langsung merasa bersalah. Ken sangat tidak mau istrinya kecewa. “Baikla, Sayang, ayo kita berenang,” ucap Ken sambil bergegas untuk membuka bajunya. Beberapa saat kemudian Ken sudah siap dengan boxer-nya saja. Memperlihatkan roti sobek miliknya yang berbentuk kotak-kotak. Membuat Muya tersenyum kembali. Lalu menarik tangan sang suami dan berlari menuju ke bibir pantai. "Wah Okinawa memang hebat ... indah sekali pantainya, Kak,” ucap Muya terpesona melihat keindahan pantai Okinawa. “Iya sangat indah, ayo kita berenang,” ucap Ken sambil berlari menuju gulungan ombak yang saling berlari menghampiri pasir pantai. Tubuh Ken sudah basah dan Muya terlihat sangat puas. Muya berlari mengejar Ken dan kini tubuhnya pun basah. Mereka tertawa bahagia. Bermain bersama ombak yang terus membasahi tubuh mereka. Dan tanpa terasa akhirnya matahari sudah hampir tenggelam dan mereka memutuskan untuk berhenti bermain air lagi. Mereka langsung pulang ke kamar hotel. Mereka membersihkan diri. Setelah mereka selesai mandi, makan malam pun tiba. Ken sengaja memesan makan malam ke kamarnya. Makan malam yang sudah tersedia di balkon kamar hotelnya dengan lilin yang menerangi meja makan dan seluruh balkon menambah romantis suasana. Muya sudah selesai mandi dan kini sudah mengenakan jubah mandi. Sedang Ken telah terduduk di meja makan di balkon dengan santai menunggu Muya. “Apa ini? Ya ampun, Kak, romantis sekali,” ucap Muya sungguh terkejut. Ken hanya menyunggingkan senyum manisnya pada sang istri. Muya bergegas kembali ke kamar dan mengenakan pakaian. Selang beberapa menit Muya sudah siap dengan baju santainya. Semilir angin malam berembus. Ditemani deburan ombak terdengar sangat romantis. Muya duduk berhadapan dengan Ken. Ken sudah tersenyum melihat betapa manisnya sang istri mengenakan hotpants dan hoodie berwarna baby pink. Sedang dia sendiri mengenakan kaos dan celana jeans selutut. Makan malam yang romantis dan santai. Mereka berdua masih belum memulai makan malamnya karena Ken tidak henti memandangi sang istri dengan lekat. "Cukup, Kak, jangan pandangi aku seperti itu lagi,” ucap Muya dengan wajah yang memerah karena malu. Ken malah tersenyum puas dan kini Ken duduk di samping Muya. Menggenggam tangan Muya dengan lembut. Lalu mengecup punggung tangan sang istri. Muya tersipu malu karena tingkah sang suami. Pernikahan mereka masih bisa di hitung hari dan mereka memang masih sangat malu-malu. “Tangan yang lembut ini adalah milikku,” ucap Ken sambil mengecup punggung tangan Muya untuk kedua kali. Muya pun hanya tersenyum dan menatap sang suami penuh cinta. Sesaat suasana semakin sunyi. Ken dan Muya bertatap mata dan diakhiri dengan suara perut Muya yang bergemuruh meminta diisi makanan. “Suara apa itu,” ucap Ken dengan senyumannya. "Dia minta diisi makanan, Kakak Sayang,” ucap Muya sambil melepaskan tangannya dari genggaman tangan Ken. Dan Ken hanya tersenyum. Muya mengambil beberapa lauk dan nasi lalu di sodorkan ke depan Ken. Ken terlihat senang karena Muya mengutamakanya. Dan Muya pun mengambil makanan miliknya. Entah makanannya yang enak atau memang karena mereka lapar, makanannya cepat sekali habis. Setelah mereka selesai makan mereka lalu memandangi indahnya kerlip bintang di langit. Suasana malam semakin dingin dan itu membuat Muya terlihat kedinginan. Ken lalu memeluk Muya dari belakang. Muya sempat terkejut namun Muya begitu menikmati pelukan Ken yang begitu hangat. "Lihatlah bintang itu besar sekali,mungkin jaraknya lebih dekat dengan bumi kita,” ucap Muya sambil menunjuk bintang. “Hmm,” ucap Ken sambil mengeratkan pelukannya. Lalu Ken mengecup leher belakang Muya dengan sangat lembut. Membuat bulu kuduk Muya berdiri. “Kakak aku merasa merinding kalo seperti ini,” kata Muya. “Kenapa sayang, apa kamu tidak senang?” tanya Ken merasa kecewa. Muya terkejut mendengar nada bicara Ken yang terdengar seperti orang kecewa. Lalu Muya melepaskan pelukan Ken dan kini Muya membalikan badanya ke arah Ken. Mereka saling berhadapan. Ken menatap Muya dengan tatapan tajam. Tak sedetik pun Ken melewatkan wajah Muya yang begitu cantik. "Jangan marah sayang,” seru Muya sambil mengalungkan kedua tanganya di leher Ken. Ken tersenyum manis dia langsung memeluk tubuh mungil Muya dengan lembut. Dikecupnya kening Muya dengan penuh kasih sayang. Kini tatapan mata Ken terpokus pada bibir Muya yang ranum. Ken lalu mengecup bibir itu dengan sangat lembut dan Muya pun membalas kecupan itu dengan penuh kasih sayang. "You are my mine and I'm going to have you tonight," ucap Ken sambil dengan tatapan sendunya. Seolah olah meminta jawaban dari sang istri. Dan Muya pun mengangguk dengan senyuman malunya. Ken tanpa permisi lalu menggendong Muya ke dalam kamar dan langsung menidurkan Muya di atas kasur yang penuh dengan taburan mawar merah. Ken menatap Muya penuh cinta. Dan Muya pun seperti itu. Mungkin inilah saatnya mereka menyatukan cinta mereka. Cinta yang suci atas dasar pernikahan. Malam semakin panjang. Ken Muya masih saja terbangun dan mereka terus membuat suasana semakin romantis. Namanya juga pengantin baru. Dan itu hal yang baru mereka lakukan. *** Hallo maaf ya aku dah lama ga update, itu karena beneran aku banyak kerjaan. Baiklah malam ini akan aku selesaikan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN