Khayalan Tingkat Tinggi vol 2

1001 Kata
Hari berganti, 5 hari sudah sepasang suami istri itu hanya mengurung diri di rumah. Tanpa satu orang pun pengganggu. Itu merupakan honeymoon mereka yang kedua, hanya di rumah dan di rumah saja. Usia pernikahan mereka kini sudah genap dua Minggu. Dan itu membuat mereka nempel bak prangko. Dua Minggu cuti mereka sudah habis. Dan besok mereka harus segera memulai aktivitas masing masing. Besok Ken akan mulai sibuk dengan pasien operASI-nya dan Muya juga akan mulai sibuk dengan syuting film dan pemotretan. Hari ini adalah hari terakhir mereka bisa berleha-leha dan melepas semua rasa cinta mereka. Mereka selalu bersama. Baik itu memasak mandi dan bahkan bersih-bersih rumah. Ken sengaja meliburkan para pelayanya karena tidak mau ada yang menggangu mereka. Sepasang pengantin baru itu memutuskan untuk menghabiskan libur mereka berdua saja. Karena memang terlalu risih karena Muya ternyata kini lebih banyak berteriak dan menjerit karena kenakalan Ken. Bisa saja itu akan mengundang gosip atau kegaduhan para pelayan. Dan Ken sangat tidak mau mendengar semua itu. Muya yang manja dan Ken yang sangat senang menggoda istrinya. Seperti saat ini, Muya sudah hampir menangis karena Ken selalu menggodanya dengan menonton cerita-cerita horor yang sangat ditakuti oleh sang istri. Muya sudah bersembunyi di balik d**a bidang nan kokoh sang suami. Ken memeluk Muya erat dengan senyum nakalnya. Ken begitu menikmati ketakutan sang istri. Menurutnya istrinya itu sangatlah imut dan lucu bersikap seperti itu. Bahkan itu hanyalah sebuah film boneka Annabelle. Akan tetapi itu membuat Muya hampir menangis ketakutan. Sikap jahil Ken itu memang semata-mata adalah rasa kasih sayang yang tak terhingga. Rasa cinta yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Dan tingkah lugu Muya membuat Ken semakin mencintai sang istri. Siapa sangka sosok cantik bak boneka Barbie ini sangat penakut dan manja. Sangat mudah di bohongi dan mudah menangis pula. Namun Ken begitu menyukai semua hal yang ada pada diri sang istri. Kemanjaanya, keluguannya, dan sikap penakutnya bahkan Ken suka. Bagi Ken Muya adalah bidadari yang tiada tandingannya. Tapi itu memang benar. Muya adalah seorang aktris yang sedang naek daun. Dengan jutaan penggemar yang sangat mendukungnya. Seorang aktris yang juga seorang pewaris sebuah perusahaan raksasa Liau golden star. Sehingga bukan cuma terkenal di bidang telekomunikasi tetapi terkenal juga di dalam dunia bisnis dan sempat menjadi rebutan para eksekutif muda. Bukan cuma wajahnya yang cantik namun hatinya pun baik. Dan gadis itu kini sudah resmi menyandang status nyonya Yaw. Pria beruntung itu bukan lain adalah Kenzyu. Mereka berdua memang sepasang suami istri yang membuat khalayak sangat iri. Ken sudah sukses menjadi seorang dokter bedah di usianya yang semuda itu. Tidak jarang para dokter muda dengan sengaja untuk menarik perhatian ken. Namun Ken tidak pernah tergoda. Dan akhirnya dokter tampan itu jatuh hati pada seorang selebriti yang sedang naek daun Muya Liau. Pernikahan mereka layaknya seperti hari patah hati sedunia. Karena mereka memang sangat cocok. Sepasang suami istri itu kini sudah menuju ke dapur. Sepertinya Ken akan mencoba memasak sesuatu untuk istri tercintanya. Benar saja Ken mencoba membuat pasta dan beberapa camilan. Muya yang tidak bisa memasak hanya bisa melihat saja. Memperhatikan sang suami di meja makan. Dengan wajah penuh senyum. Sesekali Ken melihat Muya dan tersenyum pada sang istri. Lalu melanjutkan memasaknya. Satu demi satu masakan pun tersaji dimeja makan. Tinggal menunggu sup matang. Benar ... Ken selalu makan ditemani dengan sup. Itu salah satu kebiasaan Ken. Ken dan Muya langsung menyantap makanan mereka. Sampai tak tersisa. Dan kini mereka sangat kekenyangan. Setelah perut mereka terasa kenyang mereka pun memutuskan untuk menonton DVD lagi. tapi kali ini tentang film romantis. “Sayang, nanti ruangan ini akan penuh dengan mainan anak-anak kita,” kata Muya dengan senyum bahagia. Bibir itu mekar seperti bunga mawar dan membuat sang suami terpana. “Sayang, kakak sayang,” ucap Muya Namun Ken masih terdiam memperhatikan lekuk wajah sang istri yang membuatnya begitu terpikat dan selalu jatuh cinta berkali-kali. “Kak!!” teriak Muya Dan itu sontak membuat Ken terkejut. “Apa, Sayang?” tanya Ken dengan wajah terkejutnya. “Kakak kenapa sih, aku sedari tadi berbicara padamu tetapi kamu hanya diam saja?” Muya memanyunkan mulutnya. Ken tertawa pelan melihat wajah imut istrinya dan bibirnya yang manyun membuat Muya tampak sangat lucu di matanya. Ken mengelus rambut Muya dengan perlahan. Lalu memeluk sang istri dari belakang. “Aku buta dan tuli, Sayang,” ucap Ken pelan seraya berbisik di telinganya Muya. Muya masih terdiam tidak mengerti ucapan sang suami. "Jika berhadapan denganmu, mataku ini tidak bisa melihat apa pun lagi selain melihat betapa cantiknya paras indah wajahmu, dan ketika itu telingaku menjadi tuli tak bisa mendengar apa pun lagi, mulutku membisu saling aku bingung harus mengucapkan apa lagi selain memuji keindahan dari sosok wanita yang sangat aku cintai,” kata Ken dengan bisikan halusnya. Membuat Muya merinding mendengarnya dan sudut bibirnya merekah. Betapa senangnya dia mendengar ucapan sang suami. Jika bertanya akan rasa bahagia, kapankah Muya merasa bahagia. Jawabannya adalah saat ini. Di mana dia bisa bersama suami tercintanya yang begitu hangat dan sangat romantis. Yang selalu membuat hatinya berdegup sangat kencang dan selalu melindunginya. Kini Muya menatap mata elang milik Ken yang begitu bersinar. Muya mengecup kedua kelopak mata sang suami. “Terima kasih karena mata ini selalu melihatku, terima kasih karena mulut ini selalu memanggil namaku dan terima kasih telah memilihku menjadi istrimu sayang,” ucap Muya dengan lontaran senyum yang menambah kecantikannya. Membuat Ken merasa sangat mabuk dibuatnya. Ken mengecup kening Muya dengan lembut. Lalu dengan sangat cepat Ken menggendong Muya dalam peluknya ala bridal style. Ken berjalan menuju ke kamar utama milik mereka. Dan di sana Ken dengan perlahan menidurkan Muya di kasur king size-nya. “Mari kita isi rumah ini dengan bayi-bayi yang cantik sepertimu sayang, sehingga aku tidak akan bosan untuk segera pulang ketika selesai bekerja.” Ken tersenyum sangat manis. Membuat Muya merasa malu dan pipi Muya seketika merah sepeti kepanasan. Kedua pasang mata itu saling menatap dengan sendu. Jantung mereka saling berpacu dengan dentingan irama yang indah. Khayalan mereka tentang buah hati mereka sangatlah tinggi. Sebenarnya Itu bukankan lah sebuah khayalan akan tetapi itu adalah sebuah harapan mereka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN