Sinta menundukkan kepalanya, karena dirinya tidak tahu lagi, harus mengatakan apa kepada Jeffery. Karena saat ini, suasana hati Sinta sangatalha rumit dan juga, dia merasa bingung dengan perasaannya sendiri. Perasaannya yang masih memiliki rasa cinta tapi disisi lain, Sinta sangatlah membencinya. Sehingga, Sinta tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa diam membisu dengan air mata yang terus mengalir dari sudut matanya. Sementara itu, Jeffery masih menikmati pelukan yang dia rindukan selama ini, pelukan dari wanita yang paling dia cintai dan itu membuat hatinya terasa sangat nyaman. "Sinta, aku sangat merindukanmu," ucap Jeffery didekat telinganya Sinta, lalu Jeffery melanjutkan ucapannya, "Sinta sayang, aku … aku tidak pernah melupakan kamu walaupun hanya sedetik saja, aku tidak s

