Setelah selesai menerima telpon dari Jeffery. Ekspresi wajah Sinta terlihat sangat buruk, karena Sinta merasa sangat kesal pada dirinya sendiri yang tidak bisa membedakan nomor suaminya dengan mantan kekasihnya itu. Sehingga, Sinta hanya bisa memarahi dirinya sendiri. "Ya Tuhan! Kenapa bisa-bisanya aku tidak melihat nomor ID nya terlebih dahlu. Aku … aku merasa sangat malu sendiri," ucap Sinta sambil mengusap kasar wajahnya. Setelah itu, Sinta pun melanjutkan ucapannya lagi, "Eh! Ke … kenapa dia bisa tahu nomor aku? Dia … dia tahu nomor aku dari mana? Bukankah dia mengatakan kalau dia tidak memiliki nomor ponselku lagi?" Ucap Sinta yang kini merasa sangat bingung. Namun, Sinta tidak mau memikirkannya lagi, karena ada hal yang jauh lebih penting daripada itu. "Haist! kenapa yang menele

