Julia menaikkan kedua alisnya, seolah-olah ekspresi itu mampu mengungkapkan kekacauan pikirannya yang tak terucap. Jujur saja, sulit baginya mempercayai bahwa pria yang kini berdiri di hadapannya, dengan mata kelam yang membawa kelelahan, adalah suaminya. Suaminya yang biasanya penuh percaya diri kini terlihat seperti pria yang kehilangan arah. "Ada apa?" suara Samuel memecah keheningan, nadanya datar namun menyiratkan kekhawatiran. Tatapannya menelusuri wajah Julia, mencoba mencari jawaban atas sorot aneh yang terpancar dari mata istrinya. Julia menggeleng pelan, senyum tipis di sudut bibirnya mengandung ironi. "Apakah Daddy memukul kepalamu juga?" tanyanya, mencoba menyamarkan keprihatinannya dengan nada ringan. Samuel mengerutkan kening, alisnya bertaut dalam keheranan. "Tidak," ja

