Rencana Gila Bruno dan Liam

1381 Kata

Di sudut kota yang jarang dilalui orang, sebuah bangunan tua berdiri dengan kesan lusuh, namun tetap memancarkan wibawa yang tak lekang oleh waktu. Lampu gantung berpendar lembut, menciptakan bayangan samar di dinding kayu yang mulai pudar warnanya. Aroma kopi pekat menguar, bercampur dengan keheningan yang pekat, seakan ruangan itu sendiri tahu bahwa percakapan yang akan terjadi di dalamnya bukan sekadar obrolan biasa. Samuel dan Mark melangkah masuk, langkah mereka mantap namun penuh kewaspadaan. Mata tajam mereka menyapu ruangan, memastikan tidak ada mata-mata yang mengintai di sela-sela kursi kosong atau di balik tirai yang sedikit berkibar karena angin dari ventilasi kecil di atas. Di sudut ruangan, duduklah Jackson, seorang pria dengan tatapan tajam dan rahang yang mengeras

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN