Poor Ryan

1339 Kata

Ryan hanya duduk diam di kursi samping ranjang, wajahnya masih pucat. Sejak dokter pergi dan kedua orang tuanya ia minta menunggu di ruang tamu, ia tak beranjak sedikit pun. Tatapannya terus tertuju pada Ivy yang masih terbaring lemah. Waktu terasa berjalan lambat. Hampir satu jam ia hanya duduk di sana, menunggu dengan hati yang penuh tanda tanya. Hingga akhirnya, kelopak mata Ivy perlahan bergerak. Wanita itu membuka mata dengan bingung, lalu refleks bangkit duduk di atas ranjang. “Ada apa, Ryan? Kenapa aku terbaring di ranjang?” tanyanya sambil memegangi kepalanya yang masih berdenyut. Ryan menatapnya dengan mata kosong, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. “Ryan…” panggil Ivy lagi, suaranya terdengar khawatir. Tiba-tiba, butir air mata jatuh dari mata Ryan. Ivy terkejut, buru-buru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN