"A-aku juga ingin melihat surat untukku, tunjukkan padaku!" ujar Ivy. Ivy sangat mengenal betul tulisan Jenna. Jadi kalau ini semua hanya akal-akalan Gatha, dia pasti akan langsung mengetahuinya. Gatha mendongakkan kepalanya yang tertunduk. "Surat untukmu ada di apartemen ku, aku juga belum membacanya," "Tapi kenapa Jenna sempat menulis surat untuk kita?" tanya Ivy. "Mungkin Jenna sudah punya firasat buruk Vy, kandungan Jenna sejak awal memang sangat lemah, kami bolak-balik masuk rumah sakit. Aku bahkan sering mendengar Jenna mengeluh dan berkata ingin mati saja karena dia sering mengalami kram perut bahkan pendarahan. Jenna juga sering berkata kalau mungkin ini adalah hukuman Tuhan untuknya karena telah menyakitimu," jelas Gatha. Ivy menelan salivanya. Hanya mendengar saja bulu

