Dear Ivy, Sahabatku tercinta. Apa kabarmu Vy? kau pasti hidup bahagia kan. Aku tahu aku tak pantas menanyakan kabarmu karena kau pasti sudah melupakanku dan juga membenciku. Tapi aku berharap saat kau membaca surat ini, kau sudah memaafkan kesalahanku. Aku tahu kata “maaf” mungkin tak pantas untuk kau dengar dariku karena sudah kehilangan maknanya, apalagi setelah semua yang kulakukan. Tapi tetap saja, aku ingin mengatakannya dengan sejujur-jujurnya, dari hati yang penuh penyesalan. Aku menyesal telah mengecewakanmu. Aku menyesal karena membuatmu meragukan segala hal baik yang pernah kita jalani. Aku menulis surat ini sambil menangis, Ivy. Bukan karena aku ingin dikasihani, tapi karena aku sadar betapa kejinya aku terhadapmu. Kau adalah orang yang selalu membelaku saat dunia mere

