Tidur Bersama

1509 Kata

Ivy melangkah gontai, kakinya terasa berat seolah setiap langkah menyedot sisa tenaganya. Ia bahkan tak lagi peduli bahwa pintu yang ia dorong itu adalah pintu menuju kamar Gatha. Kamar itu pernah ia masuki sekali, dan kemewahannya masih saja membuatnya tertegun. Namun, kali ini ia tak datang untuk mengagumi. Yang ia butuhkan hanyalah rebah. Tanpa pikir panjang, Ivy menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang empuk itu. Aroma maskulin yang khas aroma tubuh Gatha masih melekat di seprai dan bantal, menyusup ke inderanya. Sekilas mengusik, tapi Ivy terlalu lelah untuk memprotes rasa perih yang muncul. Ia memejamkan mata, membiarkan air mata yang sedari tadi tak henti jatuh membasahi pipinya. Sayangnya, kegelapan yang ia cari tak memberi ketenangan. Justru di balik kelopak matanya, wajah Jenna mun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN