Buat adik banyak-banyak

1020 Kata

Arman berjalan pelan-pelan menuju kamar. Beruntung saat itu pintu kamar tidak dikunci dari dalam. Perlahan Arman membuka pintu. Awalnya Arman merasa gugup dan penuh harap, semoga Maira benar-benar hamil seperti yang dipikirkan ibunya. Namun, begitu pintu terbuka, mata Arman melotot sempurna. "Ya Allah, aku kira dia menangis seperti yang mama bilang. Ternyata dia malah tidur. Keterlaluan sekali Maira!" batin Arman, mendengus kesal. Harapannya pupus sudah ingin mendapatkan anak di usianya yang semakin bertambah. Dengan langkah gontai, Arman melangkah masuk ke dalam kamar. Maira terlihat begitu nyenyak tidur. "Lebih baik aku keluar saja. Percuma juga di sini, cuma menunggu orang tidur," gumam Arman, gegas keluar. Baru saja Arman muncul, ibunya sudah memberondong dirinya dengan banya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN