Dania duduk diantara keluarga besarnya dan juga kedua orang tua Arman. Walaupun saat ini dirinya salah, tapi Dania tidak merasa bersalah sedikitpun. Dia masih sempat-sempatnya bergelayut manja di lengan Bima, meski pria itu beberapa kali menyentak tangannya. "Dania! Kamu itu salah, harusnya merasa bersalah! Bukan malah bergelayut manja seperti itu! Tidak merasa malu?" sentak Ilham, wajahnya memerah menahan marah. "Bima ini calon suamiku, kenapa Kakak yang sewot? Memangnya apa salahku? Bermesraan dengan calon suami sendiri, tidak ada salahnya Kak! Yang salah itu kalau bermesraan dengan suami orang lain!" sahut Dania, tanpa bersalah. Mama Arman yang mendengar itu langsung menyenggol lengan suaminya. Mereka merasa kesal dengan sikap Dania yang tidak tau menahu dan terkesan angkuh padahal

