Niat hati yang tadinya ingin bersenang-senang pergi ke dermaga, membuat Maira merasa kesal. Ia kesal dengan wanita lain yang selalu saja berniat ingin merebut suaminya. Ditambah lagi dengan sikap Arman yang ia anggap terlalu membela wanita lain, dibandingkan dirinya. "Dasar menyebalkan!" gerutu Maira, tanpa sepengetahuannya, Arman kini berdiri di belakangnya. Sudut bibir Arman melengkung mendengarnya. Setelah beberapa tahun, akhirnya ada wanita yang benar-benar mencintainya sedalam itu. Selama ia melajang, para wanita mendekati dirinya hanya berniat mengeruk hartanya, tanpa memiliki perasaan seratus persen padanya. "Cemburu? Kalau cemburu, langsung bilang saja Mai!" ujar Arman, mengulum senyumnya. Tanpa menoleh dan sadar jika itu suara Arman, Maira mendengus kesal, melipat kedua tanga

