Dari kejauhan, Arman juga melirik ke arah Maira yang saat itu langsung membuang muka saat pandangan keduanya beradu walaupun samar. Sudut bibir Arman terangkat, hatinya merasa yakin, jika saat ini Maira tengah cemburu melihat kebersamaannya dengan Aira. 'Kena kamu Mai!' batin Arman, senyum-senyum sendiri. Melihat gelagat aneh Arman, Aira mengerutkan keningnya. Ia mengikuti ke mana arah pandangan Arman. Mengetahui jika saat ini Arman sedang asyik memperhatikan istrinya, hati gadis itu memanas. Dengan manjanya ia menarik lengan Arman dan mengapitnya erat. "Kak, lihat apa sih? Istri Kakak itu tidak akan hilang juga di sana," sungut Aira, memasang wajah sok imut. Hati Maira memanas, dadanya terlihat naik turun menahan nafas yang semakin memburu. Tatapan tajam seperti elang, membuat Mair

