"Selamat Man!" ucap mak Nani, sumringah. Kening Arman mengerut, begitu juga dengan yang lainnya. Mereka semua merasa aneh dengan kata ucapan selamat yang dilontarkan padanya, terkecuali mama Arman yang sudah merasa yakin dengan menantunya itu. 'Nah kan, sudah aku bilang, harusnya Maira diperiksa mantri, kenapa mama meminta mak Nani sih? Maira sedang sakit, bukannya menjelaskan kesehatannya, malah ucapan selamat yang diucapkan. Apa mak Nani senang, kalau istriku sakit?' gerutu Arman dalam hati. "Maksudnya selamat untuk apa Mak?" tanya mama Arman, sambil senyum-senyum sendiri. "Ma, menantu sakit kenapa senyum-senyum begitu?" tegur papa Arman pelan, seraya menyenggol lengan sang istri. "Papa diam saja!" Balas mama Arman, menunggu penjelasan dari mak Nani. "Mak, tolong bicara yang jelas!

