Keylani terbangun dengan sinar matahari yang terasa menusuk matanya. Dapat dipastikan bahwasanya sang Ibu yang telah membuka penutup jendela itu. Mengerutkan alisnya sebal karena Ia tahu ini adalah hari Sabtu. Hari dimana Keylani bebas dari sekolah dan hari baik karena sang ayah tengah sibuk mengurus ubi-ubi hasil panen perkebunan keluarga dan tidak bekerja di penggilingan padi. Si gadis kecil berniat untuk kembali menarik selimut dan melanjutkan tidur sebelum dilihatnya sang Ibu datang dan membuka gorden biru pembatas kamar miliknya “Mau sampai kapan kau tidur?” tanyanya yang terdengar menyebalkan di telinga kecil Keylani. “Cepat bangun dan bantu Ibu menyiapkan makanan. Kita akan sarapan bersama di rumah Nenek”. Keylani mengerjapkan matanya pelan dan membalikkan posisi tidurnya menjadi

