Sudah seminggu sejak Luciel hidup di tempat yang terus membuatnya terluka baik secara fisik maupun mental. Percayalah, jika Luciel tidak terus disemangati oleh Bara maupun Ladra, mungkin dia sudah gila sekarang. Setiap malam, setelah mereka selesai bekerja dan kembali ke sel, baik Bara maupun Ladra selalu mengobati luka yang tidak pernah berhenti bersarang di tubuh mulusnya. Entah kenapa, luka yang bersarang di tubuh Luciel memiliki tingkat regenerasi yang lambat. Belum lagi kulitnya yang halus dan tipis membuatnya terus luka bahkan di saat Bara dan Ladra telah membantunya. Luciel merasa bersyukur setidaknya mereka tidak mengeluh. Mereka adalah orang yang begitu berharga di hati Luciel sekarang. Walaupun dalam hati kecilnya, Luciel masih tidak dapat melupakan ayah dan kakaknya. Dalam hati

