Nasi kotak seminar

1308 Kata

“Saya … saya …” Jen tergagap, mana dia tau harus ngomong apa sekarang, wajah cantiknya saja rasanya ingin segera dia masukkan ke dalam tas. “Sudah nggak usah merasa bersalah begitu, saya tau kamu kangen saya setelah nggak ketemu seharian semalam kan?” kata Rangga penuh percaya diri. Maaf, Anda keliru, saya justru membuat satu hari peringatan baru semalam yang akan saya peringati sendiri setiap tahunnya. Bola mata Jen kontan membesar, mulutnya gatal ingini segera membungkam pertanyaan yang tidak ilmiah itu, tapi dia tertangkap, dia memang tidak punya alasan yang tepat, tapi bukan berarti Rangga boleh memfitnahnya dengan tuduhan sekeji itu. Apa tadi? Kangen? Sorry! “Ya coba apa kalau bukan kangen?” Rangga menaik-naikkan alisnya. Jenaka menyerah, dia mencari di sebelah mana keberadaa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN