Jenaka mengerjap, mengerutkan kening sambil Menyusun ingatannya. Dia menggusal-gusal mata dengan sebelah tangan, saat matanya kembali terbuka, sesosok manusia bernama Rangga sudah di depannya. Jen bisa merasakan kondisinya tidak sekacau tadi siang, kepalanya juga terasa lebih ringan entah apa yang disuntikkan ke tubuhnya, suhu tubuhnya juga sudah stabil sekarang, hanya perutnya yang masih terasa sedikit perih. “Mau ambil apa? minum?” tanya Rangga dengan nada seperti biasa sambil mengumpulkan kesadarannya. Rangga baru memejamkamkan matanya sebentar saat dari siang memilih untuk menunggu Jenaka sadar, selama menunggu Jen dia tetap menyelesaikan pekerjaannya, itu membuatnya merasa kelelahan dan tidak sadar jadi ketiduran. Sudah lama sekali dia memang tidak bisa tidur lelap, sering terban

