Durasi Pinsan

1210 Kata

Pak Haris tersenyum layaknya lelaki normal, ya, dibanding senyuman Pak Rangaga, senyum Pak Haris ini jauh lebih manusiawi. Melihat senyumnya saja Jen sudah bisa memaafkannya. Belum puas Jen memberi penilaian pada Pak Haris, ponsel dosen itu berdering dan dia langsung menjawab panggilan itu. “Sebentar ya, Jenaka!” Selain tampan dan manusiawi, Pak Haris juga sopan, mau jawab panggilan saja dia izin. “Iya, Pak, ini saya sudah di lantai empat sama Jenaka. Maaf … maaf, terima kasih juga sudah ngingatin.” Hanya itu yang berhasil Jen dengar, bisa Jen terka kalau panggilan itu adalah dari Rangga, benar saja, setelah berbalik ke arahnya, Pak Haris bilang. “Sekali lagi saya minta maaf ya, Jenaka. Ayo kita masuk.” Jenaka mengangguk dan mengikuti langkah Pak Haris dari belakang Pak Haris ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN