Bola matanya berbinar menatap sebentuk cincin yang dari tadi tidak berhenti diputar-putarnya, berlian yang bertahta anggun di sana benar-benar memanjakan mata. Jen adalah perempuan yang tidak pikir panjang untuk membeli barang-barang mahal yang dia inginkan, tapi memiliki berlian ini di masa-masa panceklik dalam hidupnya sekarang sungguh tidak dia bayangkan. Dia senang, tapi akan lebih senang kalau Rangga memberikan berikut surat-surat pergiasannya sehingga barangkali bisa diuangkan. Begitu batin Jen. Jenaka menyarungkan benda itu ke tangan kirinya, dan memutar-mutar telapak tangannya, tiba-tiba terbayang beberapa kejadian di pameran tadi, orang-orang yang dia temui, perlakuan Rangga dan ucapan terimakasih yang sangat tidak masuk akal ini, membuat Jen takut akan ada sesuatu yang akan Ran

