“Tanggungjawab yang gimana dulu nih, Pak? Saya rasa mengantar mahasiswa pulang ke rumah tidak termasuk salah satu kewajiban Pembimbing akademik deh.” Walau hati Jen luluh mendengar suara dan intonasi Rangga, dia masih kekeh mau pulang sendiri, nyalinya masih kuat unutk menolak hal-hal di luar hubungan profesional. “Sekali lagi maaf ya, Pak, kalau saya tidak sopan, saya … permisi boleh ya.” Jen sudah menoleh, bersiap-siap membuka pintu mobilnya, namun lampu indikatur berbunyi menandakan mobil terkunci otomatis. Eh? “Hehe, plis, Bapak, ini bukan di sinetron yang mobilnya terkunci terus orang di sebelahnya nggak bisa keluar, kan saya bisa buka manual!” kekeh Jen, demi apapun hatinya sangat geli dengan adegan ini. Detik berikutnya bunyi indikatornya menyala lagi, kali ini membuka kunci, Je

