Senyuman yang sarat kelegaan tidak turun dari layar wajah Jenaka, dia membayangkan wajah mama dan papanya yang pasti akan sangat senang menerima kabar ini. Jenaka menyusun redaksi terbaik, untuk menyampaikan berita kelulusan ini kepada kedua orang tuanya di Pekanbaru. Jen tahu, mungkin prestasinya tidak secemerlang Derana adiknya, tapi Jen juga yakin mama dan papa pasti akan sangat bangga terlebih jika mereka mengetahui hasil perjuangan yang Jenaka dapatkan lebih dari sekedar predikat lulus skripsi. Ada yang lebih membanggakan dari itu semua, saat Jenaka berhasil melewati masa sulitnya, beradaptasi, setelah kehilangan semua fasilitas prioritas, dan menjadi mahasiswa biasa. Ya, hanya mahasiswa biasa yang tinggal di indekos yang luasnya tidak lebih dari dua kali tiga. Tanpa beasiswa, tan

