Mission not complete yet

1622 Kata

Jen berdiri untuk mengambil hasil cetakannya, posisi printer di belakang kursi Rangga, di samping printer ada lemari kaca besar, lagi-lagi Jen ingin mengedarkan pandangan ke sana, bingkai-bingkai foto yang ada di dalamnya, sejak pertama kali masuk ke ruangan ini, entah kenapa Jen sangat senang memperhatikannya. Ada foto Razka di tengah-tengah dan beberapa dua foto lain di sampingnya. “Itu … Pak Haris ya, Pak?” tanya Jen setelah mengamati cukup lama. Sebuah potret wajah Rangga, Pak Haris dan satu orang lagi yang Jen tidak ketahui namanya. Mereka sedang menikmati hamparan salju, sudah pasti itu bukan di Indonesia. Mendengar ucapan Jenaka, Rangga memutar kursinya ke belakang dan melihat foto yang Jen maksud. “Hem, kenapa?” Jen menggeleng cepat, ya memangnya kenapa, dia kan cuma bertanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN