Bab 32

1101 Kata

Jeane mengumpulkan tugasnya dengan senyum riang. Kali ini, ia bisa lepas dari terkaman Bu Ami. Apalagi mengingat saat ia memberikan hukumannya pada guru itu tadi, Bu Ami merengut sebal karena tak bisa complaint apapun mengenai jawabannya. Jawaban yang diberikan Juan seratus persen benar, lantas membuat Jeane mengembuskan napas leganya mengetahui cowok itu tak mengerjainya. 'Punya cowok pinter itu asik juga ya. Bisa ngasih contekan,' pikirnya sambil cengengesan tak jelas. "Jeane," seru Kanta menghentikan gerak kaki Jeane. Di depan Jeane, ada Juan yang berjalan tanpa henti. Cowok itu tidak menyadari jika Jeane sudah tertinggal jauh di belakangnya. "Lo mau ke mana?" tanya Meiva mengedarkan pandangannya. "Kantin?" lanjutnya dibalas anggukan kepala dari Jeane. Jam istirahat kedua memang sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN