"Jeane...." Kanta menyerukan nama gadis yang berjalan tergesa-gesa di depannya, "sejak kapan lo jadian sama Juan?" tanyanya setelah berhasil mencekal lengan Jeane. "Wih! PJ dong, Jeane," timpal Ginta terkekeh girang. Di otaknya telah tersimpan berpuluh-puluh daftar nama makanan yang harus ditraktir oleh Jeane. "Minta sama Juan aja sana," tukas Jeane sambil mendorong pintu toilet. "Lah? Kita kan gak deket sama si Triplek," tutur Meiva sembari menutup kembali pintu toilet tersebut, ia yang terakhir memasuki toilet. "Ya udah, tinggal kalian deketin doang kan," tukas Jeane sambil membasuh wajahnya dengan air keran. Ia perlu membasuh wajahnya agar kesadarannya kembali pulih. Kalau bisa, ia ingin sekalian membasuh otaknya yang mendadak terasa penuh dengan nama Juan dan Farah. "Ih—" "Oh? H

