Juan membaringkan tubuh kakunya di atas kasur sembari memejamkan mata. Ia tak ingin memikirkan apa pun, juga menolak untuk menerima segala memori menyakitkan yang mampir di dalam pikirannya. 'Cinta itu tak nyata.' 'Cinta hanya bisa membuatmu terluka.' 'Tak ada yang lebih menyakitkan dibanding cinta.' Juan membuka matanya selebar mungkin seraya mengusap wajahnya dengan kasar, mendapati memori-memori itu kembali bermain nakal di dalam kepalanya. Ia menduduki dirinya di atas kasur, merampas cepat gelas berisi air putih di atas nakas. Rasa segar mengalir cepat ke dalam tenggorokannya, membuatnya merasa sedikit lebih tenang. Pikirannya pun kembali melayang seiring pergerakan kakinya menuruni ranjang. Seingatnya, Ia sempat melihat Jeane yang bergegas pergi menyusul langkah Thunder sepulang

