Jeane, Cia dan Juan duduk semeja dengan aura canggung yang pekat mengelilingi mereka, tepatnya Jeane dan Juan. Pikiran mereka melayang entah ke mana hingga tak satu pun dari mereka yang membuka suara. 'Sayang katanya? Sejak kapan gue sama dia manggil sayang-sayangan?' batin Jeane menjerit, sesekali matanya melirik canggung ke arah Juan yang duduk di depan Cia, tepat di sebelahnya. 'Fix, Jeane! Cowok yang lagi duduk di depan Cia itu iblis bertopeng manusia! Lo mesti hati-hati. Jangan sampe lo lengah! Kalo lo udah lengah, bakalan rempong lagi nanti.' Jeane membenarkan posisi duduknya hingga setegak mungkin, kemudian berdehem seolah tenggorokannya terganggu. Entah apa maksudnya, ia hanya merasa perlu melakukan itu tanpa tahu alasannya. "Lo kenapa, Kak? Lagi ada masalah?" tanya Cia merasa

