Juan duduk di kursinya dengan tampang dingin bak sebongkah patung es. Ia tak bergerak, tak berbicara apapun, bahkan tak melirik sedikitpun pada gadis cantik yang duduk di hadapannya. Ia memejamkan matanya sedetik lalu membukanya dengan gusar. Gadis yang sejak dulu dijodohkan dengannya kini duduk dengan santai sembari melemparkan senyuman manis yang jelas-jelas tak diacuhkan Juan. "Juan, kita bakal bertu—" "Hn," timpal Juan tanpa peduli siapapun yang hadir di pesta ulang tahun Della. Bahkan Vendi yang duduk di sebelahnya sudah mendelik jengkel pada Juan. "Juan, jangan merusak suasana," bisik Vendi sambil mempertahankan wajah kakunya. Juan berdecak. Ia ingin segera pergi dari pesta yang menjelma menjadi tempat memuakkan untuknya. Ia tak mengumbar senyum layaknya pasangan bahagia malam i

