36. Parangtritis Punya Cerita

1704 Kata

“Hah? Ayah tadi sampai teleponan sama Pak Alam?” Mataku langsung melebar karena saking kagetnya. Aku tak menyangka kalau Mas Gala akan betindak sampai sejauh itu. Dia benar-benar langsung melibatkan orang tuanya karena tahu kalau halangan hubungan kami adalah soal latar belakang. “Iya, Ma. Enggak cuma teleponan, malah. Tapi video call.” “W-wah …” aku benar-benar masih tak menyangka. “Tadi Mas Gala enggak mau jujur waktu kutanya. Kata dia, suruh nanya Ayah aja. Diajak ngobrol soal ini malah ngalihin pembicaraan terus.” “Soalnya memang enggak banyak yang kami obrolin, Ma. Ya, karena memang Ayah enggak keberatan sama dia. Tadi beneran lebih fokus sama orang tuanya aja.” “Sebenarnya Ayah tahu atau enggak kalau Mas Gala mau datang pagi tadi?” “Ya jelas tahu. Makanya kamu Ayah paksa buat w

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN