“Lihat aja nanti kalau kita udah tinggal serumah. Aku tunjukkan siapa diriku sebenarnya. Siap, kan, Ma?” Entah kenapa, aku terus kepikiran kalimat Mas Gala yang satu ini. Aku juga tak tahu kenapa, pokoknya kalimat ini terus terngiang di otak dan tak mau pergi. Kira-kira, apa maksud Mas Gala ngomong seperti itu? Apa supaya cair saja suasananya? Atau bagaimana? Ngomong-ngomong, setelah acara pertemuan keluarga dan acara aku diajak main ke rumah orang tua Mas Gala, obrolan tentang lamaran dan pernikahan langsung dibahas. Semua disesuaikan dengan jadwal Mas Gala ujian, juga persiapanku internship. Jadwal yang dipilih diusahakan tidak menganggu bagian itu. Jangan sampai pernikahan kami malah membuat kami jadi kewalahan sendiri. “Salma … makan, Ma!” aku tersentak ketika mendengar panggilan

