Alih-alih langsung pulang, pasca kondangan aku malah menemui Mas Gala. Kami kompak setuju untuk bertemu di tengah-tengah. Mas Gala menunjuk sebuah rumah makan yang masih area Sleman. Aku belum pernah ke rumah makan itu, tetapi kata Mas Gala lokasinya tidak jauh dari jalan raya besar. Makanannya enak, tempatnya juga asri. Dia bahkan berani menjamin kalau aku pasti menyukainya. Saat aku datang, Mas Gala sudah datang. Terlihat dari mobilnya yang sudah parkir di halaman. Aku memang sudah hafal betul mobilnya— bahkan nomor platnya. “Hallo, Mas?” aku mengangkat panggilan dari Mas Gala. “Mas di mana? Aku udah di halaman.” “Dari halaman, kamu masuk aja. Kalau ada tangga turun, pilih yang kanan. Aku ada di gazebo dekat kolam ikan dan air mancur.” “Ah, oke.” Panggilan dimatikan. Aku bergegas m

