Selasa ini terasa berbeda, bukan selasa yang biasanya. Selasa yang penuh sukacita, selasa yang khidmat, selasa yang tak bisa di ulang. Bukan hanya untuk Kania tapi juga orang-orang di sekelilingnya. Hamparan kelopak bunga memenuhi sepanjang pijakan dimana kaki melangkah, beberapa diantaranya pink juga putih dan beberapa merah. Kursi yang tertata rapi dengan hiasan bunga di sandarannya juga semua dekorasi yang berbau bunga. Kania sangat menyukai bunga itu sebabnya konsepnya pernikahannya menjadi seperti ini. Di altar seorang pria dengan pakaian hitam sudah menunggu kemudian seorang pria dengan balutan tuxedo juga jas berwarna hitam naik ke atas altar menunggu disana lebih dulu sebelum akhirnya seorang pria menggandeng pengantinnya dengan hangat. Ara tersenyum, hanya dengan melihat papanya

