"Untuk Kania." Ara hampir saja memukul bahu pria di depannya yang sudah membuat ia hampir senang karena di bawakan bunga, tapi jika mengingat hubungan keduanya sejak dulu Jae Hwan memang tidak pernah memberinya bunga. Pria itu mengatakan bahwa bunga tidak bisa di makan atau di pakai jadi ia lebih sering memberikan Ara sepatu seperti yang disukainya atau makanan yang yahh ... selalu di sukai gadisnya. "Ara annyeong ...." Calvin melambai padanya dari belakang Jae Hwan. Ara tertawa tidak percaya, ia tidak menyadari kehadiran temannya tersebut sejak tadi atau karena fokusnya hanya pada Jae Hwan saja. "Oooo~ jadi kau yang memilihkan batik untuknya?" tanya Ara dalam bahasa Korea. "Geurae (tentu saja), bagaimana?" tanya Calvin percaya diri. "Ya! bahkan jika kau memberikan baju sobek sekalip

