Ara melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur yang tertutupi bed cover berwarna violet, ia lelah. Bukan tubuhnya, namun lebih dari itu. Ayolah, berpura-pura hangat dan dekat dengan papa juga mamanya itu memuakkan Ara bahkan sudah mati rasa untuk berharap lebih. Ia tidak tahan lagi, bibirnya hampir saja tersungging miring kala mendapati kebohongan kecil orang tuanya. Papanya bahkan mengaku rutin mengunjungi Ara di Korea, kalau saja ia boleh menyela Ara ingin bertanya Korea bagian mana yang papanya maksud. Dulu saat masih remaja mungkin iya, Ara kadang menganggap semua kebohongan itu bentuk latihan yang suatu hari mungkin saja menjadi seperti seharusnya atau kedua orang tuanya juga mendapati perasaan hangat yang sama tapi terlalu sering berharap membuatnya juga terlalu sering kecewa dan kec

