Aku Tak Secantik Dia

1100 Kata
Kia tak ingin menjadi wanita bodoh yang terus saja menangisi nasib rumah tangganya, ia memilih kembali menghabiskan waktu dengan memanjakan diri. Dengan melakukan itu ia sedikit bisa mengurangi rasa sakitnya. Kia kembali berbelanja, membeli apa saja yang diinginkannya dengan kartu yang diberikan Ziko padanya, ternyata ia bisa membeli apa saja yang ia inginkan. Kia tak berpikir apakah Ziko akan marah atau tidak padanya yang dipikirkan saat ini hanyalah ia ingin menyenangkan dirinya, memberinya rasa senang yang tak bisa didapatkannya dari suaminya. Kia memberikan kesenangan pada dirinya sendiri, itulah yang ia lakukan saat ini, saat hatinya kembali dipaksa menerima kenyataan jika suaminya memiliki wanita lain. Itu sangat menyakitkan, ingin menangis tentu saja Kia ingin menangis. Namun, kembali lagi ia lebih unggul dari siapapun wanita itu, dia adalah istri sah dari seorang Zico. Hanya kalimat itu yang Kia tanamkan dalam hatinya hingga ia bisa bertahan. Ziko sudah menyentuhnya, itu suatu peningkatan bagi hubungan mereka dan Kia ingin menambah kuat hubungan mereka. Saat sedang berjalan menikmati kesendiriannya, ia melihat seorang ibu yang menggendong bayi. Muncul rasa ingin di hatinya. Ia pun menuju ke klinik ingin memeriksakan kondisi rahimnya, mungkin itu bisa menjadi suatu kekuatan tersendiri jika ia memiliki seorang anak. Pikiran. "Iya aku adalah istri sahnya, aku bisa melahirkan anak untuk Ziko, siapapun wanita yang dipanggil sayang oleh Ziko, aku jauh lebih berhak atas suamiku," ucapnya. Setelah sampai di klinik Kia tak ragu untuk memeriksakan kondisinya. Kia sangat senang saat mengetahui jika ia memiliki peluang besar untuk mendapatkan seorang keturunan dari Ziko, kondisinya dinyatakan sangat subur . "Terima kasih Dokter," ucap Kia menyalami dokter sebelum dia pun keluar dari tempat pemeriksaan kandungan tersebut. "Aku sudah berhasil membuat Ziko terpikat dengan tubuhku, aku harus bisa mengandung anaknya," gumannya Kia kembali ingin memanjakan dirinya di salon, sambil menuju ke salon ia mencari informasi di internet apa yang harus dilakukan agar peluang hamil lebih banyak lagi dan semua sudah di catatan dalam ingatan nya. "Aku harus tampil lebih cantik lagi, Ziko harus melihatku dan tertarik padaku. Aku tak mau kalah dari siapapun dia," ucapnya setelah dari klinik Kia kembali mendatangi salon tempat dimana ia mempercantik dirinya dan kali ini ia pun melakukannya. Setelah beberapa saat, Kia yang sudah tampil cantik dibalik hijabnya itu pun menelpon Ziko mengatakan jika ia sedang bosan, "Apa aku boleh datang ke kantor?" tanyanya, Ziko yang sedang ada di kantor dan memang tak sedang sibuk mengizinkan Kia untuk datang. "Baiklah! Kamu boleh datang, tapi aku tak bisa menemanimu lama, sore nanti aku ada janji dan mungkin akan pulang saat larut malam," ucap Ziko. Mendengar itu Kia teringat akan janji Ziko pagi tadi. Kia melihat jamnya, masih ada 2 jam dan itu cukup untuk mendekatkan mereka, "Iya tak masalah. Aku berangkat kesana sekarang," ucapnya kemudian Ia pun menuju ke kantor Ziko. Sesampainya di sana Ziko mempersilahkan untuk langsung ke ruangannya, ini untuk pertama kalinya Kia sampai di ruangan itu. "Apa aku tak mengganggu?" tanyanya. "Tidak, tentu saja tidak. Bukankah sebelumnya Kau pernah bekerja di perusahaan? Apa kau tak ingin berkeinginan untuk bekerja lagi?" tanya Ziko menawarkan pekerjaan pada Kia. "Tentu saja, jika ada yang bisa aku kerjakan di sini. Aku sangat bosan di rumah," ucapnya. "Baiklah aku akan mencarikan pekerjaan untukmu," jawabnya Ziko melihat penampilan Kia yang semakin hari menurutnya semakin menarik. Kia menyadari tatapan Ziko padanya dan ia sangat senang akan hal itu. "Apakah aku boleh tahu Mas mau ke mana sore nanti?" tanyanya memberanikan diri. "Aku ada janji dengan seseorang," jawab Ziko masih dengan fokus pada laptopnya. "Urusan pekerjaan?" tanya Kia lagi. "Urusan pribadi!" jawabnya membuat Kia pun terdiam. Ziko menjawab pertanyaannya dengan jujur berarti memang dia ingin menemui wanita yang mungkin saja adalah kekasihnya itu. Kia terus berada di ruangan itu membantu beberapa pekerjaan Ziko hingga sore hari, Ziko sangat puas dengan hasil kerjanya. "Sepertinya mulai besok kau bisa membantuku bekerja di sini, pekerjaanmu lumayan juga," ucapnya setelah memeriksa hasil pekerjaan Kia. Ucap itu membuat Kia sangat senang, dengan begitu ia akan semakin dekat dengan suaminya, menghabiskan waktu bersama di ruangan itu dan mungkin akan menimbulkan perasaan cinta dihati Ziko untuknya. Harapan Kia tak pernah pupus, dari hati Kia terus meyakinkan dirinya jika dia adalah istri dari Ziko dia tak boleh kah dari wanita yang hanya berstatus sebagai kekasih dari suaminya itu. Suatu saat nanti Ziko akan melihat dan menganggapnya. "Aku ada urusan, apa kau bisa pulang sendiri?" "Tentu saja, aku bisa pulang dengan taksi tak usah mengkhawatirkanku," jawabnya mencoba untuk setenang mungkin walau hatinya saat ini sedang bergemuruh. Ziko menelpon seseorang dan mengatakan jika ia akan mendatanginya, Kia bisa melihat senyum itu, senyum yang sama saat berbicara dengan wanita yang dipanggil sayang oleh suaminya itu. Kia dan Ziko turun ke lantai bawah bersama-sama, Ziko memperkenalkan Kia sebagai pegawai baru pada semua karyawan di sana, tak ada yang tahu jika Kia adalah istri dari bos mereka. "Aku pulang larut malam, kau tak usah menungguku," ucap Ziko menutup pintu taksi yang dinaiki oleh Kia, Kia pun mengangguk dan taksi yang ditumpanginya pun mulai berjalan dan Ziko sendiri berlari kecil menuju ke mobilnya dan ikut melajukan mobilnya menuju ke tempat di mana ia sudah membuat janji dengan Kiran kekasihnya. Ziko mengendarai kendaraannya dengan terus tersenyum, tanpa disadarinya Kia mengikutinya dari belakang. Kia hanya ingin tahu siapa sebenarnya gadis yang dicintai oleh suaminya itu. Ziko menghentikan mobilnya di sebuah Restoran mewah. Kia yang terus mengikutinya dari belakang sengaja memakai hijab panjang dan cadar, agar tak dicurigai oleh Ziko, ia sudah mempersiapkan semuanya. Ziko masuk ke ruangan yang cukup private, dimana setiap ruangan memiliki sekat, walaupun mereka tak bisa saling melihat, tapi masih bisa mendengar pembahasan mereka. Kia memesan ruangan yang tepat di samping ruang mereka. Walaupun hati Kia sakit mendengar apa yang mereka bicarakan, tapi Ia terus menahan. Mendengar jika wanita yang bersama dengan suaminya itu ingin ke kamar mandi, Kia pun bergegas menyusul ke kamar mandi dan mengikuti wanita yang baru saja keluar dari ruangan dimana suaminya juga berada. Mengikutinya dengan santai dan alangkah terkejutnya saat melihat Siapa wanita yang bersama dengan suaminya itu, ternyata dia adalah artis terkenal, Kiran. Seketika ia merasa jika ia tak memiliki kesempatan untuk bersaing dengan wanita yang sudah lebih dulu berada di hati suaminya itu. Untuk memastikannya begituan Kiran keluar dari kamar mandi, Kia juga ikut keluar. Wanita bercadar itu berjalan pelan di belakang Kiran, ia memegang dadanya saat ternyata benar jika wanita yang bersama dengan suaminya, wanita yang dipanggil sayang oleh suaminya itu adalah seorang artis yang bernama Kiran. Ia pun kembali ke ruangannya mengambil tas berlalu pergi dari sana, tujuannya sudah tercapai untuk mencari tahu siapa kekasih suaminya. Tiba-tiba semangatnya untuk memperjuangkan cinta Suaminya menjadikan pupus, dimana ia harus bersaing dengan wanita secantik Kiran.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN