SKA 46

1023 Kata

Keadaan kantin benar-benar ramai saat itu, suara obrolan, sendau gurau seolah bising ditelinga namun bagi kedua insan yang kini saling duduk berhadapan keramaian yang ada malah terasa hening di telingan mereka, waktu seolah terhenti sejenak akan tatapan mereka. "Lif, kasih aku kesempatan. Kita mulai dari awal lagi, sumpah Lif aku benar-benar sayang kamu," ucap Eron dengan penuh keyakinan. Alifa yang mendengar hanya mengaduk-ngaduk saja minuman lalu menyeruputnya pelan seolah tidak peduli akan perkataan yang dilontarkan laki-laki yang ada dihadapannya. "Lu enggak bosen bacot mulu? Mending lu pergi sana dari hadapan gue," cetus Alifa dengan judesnya. "Enggak, aku enggak mau pergi dari hadapan kamu sebelum kamu maafin dan nerima aku lagi," ujar Eron dengan tatapan mata yang lekat ke arah ga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN