bc

My Lecture, my parent's choice

book_age4+
73
IKUTI
1K
BACA
HE
fated
arranged marriage
blue collar
bxg
lighthearted
brilliant
campus
like
intro-logo
Uraian

Hanum adalah seorang mahasiswi di sebuah universitas ternama Jakarta. Suatu hari dia bertemu dengan dosen baru yang memiliki paras rupawan bernama Aditya. Semua mahasiswi mengagumi Aditya, berbeda dengan Hanum yang memiliki first impression buruk di mata Aditya. Hanum menghindari segala kegiatan yang berkaitan dengan Aditya.

Takdir berkata lain, semakin Hanum menghindar semakin sering juga ia bertemu dengan Aditya. Hingga suatu hari Hanum dipertemukan dengan anak teman ayahnya. Betapa kagetnya Hanum ketika tau bahwa Aditya adalah anak teman ayahnya.

Persahabatan antara kedua orang tua mereka, membuat Hanum dan Aditya terlibat rencana perjodohan orang tua mereka.

Lalu bagaimana kisah mereka selanjutnya?

chap-preview
Pratinjau gratis
First Impression
“Brukk...” suara tumpukan buku Hanum jatuh dari tangan ketika tanpa disadari dia menabrak seseorang di depannya. “Maaf, aku tidak memperhatikan langkahku” sambil mengambil buku yang jatuh Tapi orang yang ditabraknya langsung pergi melaluinya begitu saja. Hanum hanya bisa melihat punggung seorang pria yang tanpa sepatah kata pun itu pergi. *** Ketika memasuki kelas, Hanum langsung duduk di sebelah Lukas, laki laki yang cukup tampan namun hanya sebatas sahabat bagi Hanum. Di semester ke 6 ini, ia mengambil kelas studi Kawasan Asia Tenggara, dan belum mengenal dosen baru yang selama ini berhasil membuat booming mahasiswi satu jurusannya. Banyak yang berkata kalau dosen baru ini sangat tampan dan memiliki badan yang atletis. Namun, Hanum sama sekali belum pernah melihat secara langsung. Kelas yang diambil juga isunya dosen baru inilah yang mengajar. “Selamat pagi..” ucap pria tampan yang baru saja memasuki kelas. “Selamat pagi Pak...” balasan dari seluruh isi kelas. “Perkenalkan nama saya Aditya, saya akan membimbing kalian di kelas ini selama 1 semester kedepan” ucapnya sambil membuka laptop miliknya Mahasiswi dikelas itu tentu terpana dengan paras dosen baru, yang terlihat masih muda tidak berbeda jauh dengan mahasiswa lainnya. Apalagi dosen tersebut sangat pantas bila berprofesi sebagai aktor karena ketampanannya. “Hayoo, kamu juga suka ya sama dosen baru itu” bisik Lukas kepada Hanum, karena sedari tadi Hanum seolah menatap Pak Aditya dengan cermat “Ih, apaan sih. Ini orang tadi habis nabrak gue. Eh gue bilang minta maaf tapi malah dicuekin” ucap Hanum sebal “Jadi pagi ini, kamu sudah bertemu dengannya dulu, dan langsung adegan romantis” balas Lukas sambil terkekeh pelan “Enak aja, romantis dari mana?” sahut Hanum dengan menatap sinis kepada Lukas Tanpa mereka sadari Pak Aditya mendekat dan memperhatikan mereka yang menurutnya sudah berisik dan mengganggu kelas. “Kalian yang disana, saya perhatikan dari tadi ngobrol terus. Apa penjelasan materi saya kurang menarik?” tanya Aditya berhasil membuat mahasiswa satu kelas menatap ke arah Hanum dan Lukas “Saya pak” balas Hanum pelan “Iya kalian berdua, apa kalian pacaran?” tanya Aditya mendekati Hanum “Maaf Pak” jawab Hanum dengan malu karena pandangan satu kelas menatap ke arahnya “Lain kali saya tidak mentolerir kejadian seperti ini. Kalau kalian mengganggu berjalannya kelas lagi, saya tidak segan untuk mengeluarkan kalian dari kelas saya. Ini juga berlaku untuk semua mahasiswa di kelas saya. Ada waktunya kalian berdiskusi kalau saya ijinkan” ucapnya sambil memperhatikan seluruh kelas. “Orang angkuh seperti ini banyak yang mengagumi. Cuih....” batin Hanum Mata kuliah hari ini pun selesai. Namun semua mahasiswi mendekati Pak Aditya, dengan alasan ingin konsultasi dan minta bahan bacaan. Hanya Hanum yang cuek dan keluar, sekilas hanya melirik semua mahasiswi yang tergoda oleh ketampanan Aditya. Lukas juga keluar mengikuti langkah Hanum yang cepat. “Cepet banget jalannya? Kenapa masih sebal karena kena semprot dosen baru?” tanya Lukas sambil menggoda Hanum “Lu tau ga sih gue sebel banget cara dia memperingati kita di kelas tadi. Apa kita serame itu? Lagian lu juga sih ngajak ngobrol” balas Hanum “Aku pikir kamu suka juga dengan dosen baru itu seperti mahasiswi lainnya. Tuh liat aja banyak mahasiswi yang menarik perhatian dosen baru” balas Lukas “Ih amit-amit. Ini semua juga gara-gara lu. Kita pasti udah di tandain sama dosen baru itu. Gimana ini” ucap Hanum sambil merengek “Udah tenang aja, aku yakin kok Pak Aditya bukan orang seperti itu, pasti orangnya profesional” balas Lukas menenangkan Hanum “Pokoknya kalau kelas ini nilai gue jelek. Awas aja, lu gua suruh nemenin buat ngulang semester depan” ucap Hanum “Ih kamu aja. Aku ngga ikut-ikut” balas Lukas menggoda Hanum. *** Sampai rumah Hanum langsung bersih-bersih dan menyiapkan makan malam bersama ibunya. “Bu, Hanum sebel deh sama dosen baru ini” ucap Hanum masih kesal “Kenapa?” tanya Bu Rita “Masak Hanum dimarahi didepan semua mahasiswa dikelas hanya gara-gara cuman ngobrol bentar. Itupun suaranya juga pelan kok” jawab Hanum “Itu kan kamu yang salah, Hanum” jawab Bu Rita kepada anaknya “Eh tapi, Ibu belum tau kan dia juga bersalah dengan Hanum. Dia udah nabrak Hanum tadi pagi, dan Hanum sudah minta maaf, dia hanya diam dan pergi begitu saja. Perilaku dosen mana yang seenaknya seperti itu” gerutu Hanum “Ya udah jangan diambil hati, lagipula di kelas dia juga Cuma mengingatkan agar mahasiswa nya lebih disiplin” jawab Ibu sambil senyum melihat Hanum. *** Keesokan harinya Hanum pergi ke kampus seperti biasanya, hanya saja kali ini dia mengambil kelas siang. Mata kuliah ini, yang mengajar adalah Bu Ita. Dosen favorit Hanum, dan ia selalu dipilih menjadi ketua kelas untuk setiap mata kuliah yang diajar. Setelah memasuki kelas, Bu Ita langsung meminta Hanum untuk mengambilkan berkas materi yang ditinggalkan di ruang dosen. Hanum mengiyakan dan langsung menuju ruang dosen. Matanya terbelalak setelah mengetahui Pak Aditya duduk tepat disamping meja Bu Ita. Ternyata tempat Pak Aditya tepat disebelah kanan meja Bu Ita. “Aduh, bagaimana ini menyapa atau tidak ya? Nanti dicuekin lagi” batin Hanum “Kalau tidak menyapa nanti kalau dia lihat aku bisa dibilang kurang ajar lagi. Ah bagaimana lagi” lanjutnya “Siang Pak” ucapnya sambil menunduk “Siang” jawab Pak Aditya tanpa melihat “Seenggaknya di jawab, biarpun melihatku saja sudah malas” batin Hanum Hanum langsung bergegas mengambil materi dan keluar ruangan. Ia pun bingung dengan ucapan Pak Aditya tadi seakan lembut tidak seperti kemarin. *** “Dor....” ucap Lukas sambil menepuk bahu Hanum “Astaghfirullah. Lukas” ucap Hanum melihat belakang “Makan ngga ngajakin, sendiri aja” ujar Lukas mengambil posisi duduk di sebelah Hanum “Apaan sih, lu kalau mau makan, ya makan aja gausah ngagetin bisa ga sih” ucap Hanum sebal Tanpa mereka sadari di seberang belakang tempat duduk mereka hanya berjarak empat baris kursi, ada Pak Aditya yang juga mengamati mereka berdua dari belakang. “Sepertinya mereka memang pacaran” batin Pak Aditya Sebenarnya Pak Aditya juga memperhatikan Hanum, ia melihat Hanum sebagai wanita yang cantik dengan rambut panjang dan mempunyai karisma penakluk pria. Memang tanpa disadari beberapa momen pertemuan mereka seolah seperti takdir dari Tuhan. *** Tidak terasa semester 6 pun hampir selesai. Di kelas Pak Aditya memberikan tugas akhir festival yaitu membuat kelompok negara yang nantinya akan menampilkan keunikan dan ciri khas negara- negara yang ada di kawasan Asia Tenggara. Seluruh mahasiswa pun semangat dan antusias untuk mengikuti dan membentuk panitia festival. Nantinya mereka akan menampilkan booth, makanan, maupun baju adat negara masing-masing negara. Hanum dan kelompoknya pun sibuk mempersiapkan kebutuhan festival, hingga akhirnya dia ditunjuk sebagai perwakilan maskot oleh kelompoknya. Ia mendapatkan negara Indonesia dimana nanti ia akan memakai baju adat kebaya dan dipasangkan dengan Lukas.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
201.4K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
2.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.0K
bc

Kali kedua

read
221.5K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook