Magang di perusahaan Aditya?

1208 Kata
Tidak lama kemudian masuklah seorang wanita yang ditugaskan untuk memberitahu peraturan dan tempat dimana Hanum akan ditempatkan. Wanita itu bernama Seila, dia akan memberi tahukan bahwa ada 1 lift dari lantai dasar yang tidak boleh dinaiki oleh siapapun kecuali para petinggi. Hanum juga tidak boleh berangkat melebihi jadwal karyawan lain meskipun ia hanya PKN disana. Setelah semua peraturan sudah diberitahukan. Seila langsung mengantarkan Hanum ke ruangannya. Di sana sudah tersedia ruang kubikel tempat Hanum akan melaksanakan PKN nya. *** Sesampainya di rumah Hanum langsung menghampiri Ibunya “Bu. Hanum lapar mau makan?” pinta Hanum kepada Ibunya “Tumben. Akhir-akhir ini kamu sering melewatkan sarapan pagi tapi sekarang malah merengek minta makan.” ucap Bu Rita menyindir “Ih Ibu. Hanum kan sibuk. Ini Hanum baru bisa sedikit lega karena sudah mendapat tempat PKN” ucap Hanum sambil duduk di meja makan “Oh. Terus kamu diterima di dimana nak?” tanya bu Rita sambil membawakan makanan ke meja makan “Di PT Cakrawala Putra Bu. Alhamdulillah sesuai dengan harapan Hanum” ucap Hanum senang “Hhhmm yaudah makan dulu” balas bu Rita Sebenarnya Bu Rita tahu kalau Perusahaan itu adalah milik keluarga pak Deri yang tak lain adalah sahabat ayahnya. Namun Bu Rita sengaja diam karena takut Hanum pasti akan menolak untuk mengambil tawaran PKN tersebut. Sebab Bu Rita tau kalau Hanum memang sengaja tidak mau selalu berkaitan dengan Aditya. Padahal Bu Rita sangat suka dengan Aditya, ia merupakan anak yang sopan dan baik. Terlebih latar belakang pendidikan yang menakjubkan. Aditya lulus menyabet pendidikan Masternya dari University Of Birmingham yang ada di Inggris. Sejauh ini pasti banyak sekali Ibu-Ibu di luar sana yang menginginkan Aditya sebagai menantunya. *** Hari ini adalah hari pertama Hanum masuk Perusahaan untuk memenuhi tugas PKN nya. Dia berangkat lebih pagi, mengingat dari awal dia sudah diingatkan untuk jangan sampai terlambat. Mereka memberlakukan pengurangan poin apabila ada yang melanggar. Pastinya itu akan mempengaruhi penilaian akhir PKN nya nanti, yang memang akan diberikan oleh Perusahaan. Hanum menunggu lift terbuka. Sembari menunggu ia melihat ponselnya. “Silahkan pak” ucap salah satu pengawal Betapa kagetnya dia di sebelah nya berdiri Aditya dengan 2 pengawal di belakangnya. Ia langsung membuang muka. “Bagaimana bisa Aditya ada disini” batin Hanum sambil menutupi wajahnya sebelah supaya tidak dikenali Aditya “Ting” suara lift terbuka Aditya segera masuk tanpa melihat Hanum. Ia memasuki lift yang disediakan khusus para petinggi Perusahaan tersebut. Setelah Aditya masuk, Hanum menyadari bahwa Aditya adalah orang penting di Perusahaan ini. Tapi ia bingung bagaimana bisa dia menjabat 2 pekerjaan sekaligus. “Ketemu dia lagi. Apes banget hidupku” gumam Hanum “Eh tapi kenapa dia bisa melakukan dua pekerjaan sekaligus?” lanjutnya “Pasti karena kekuatan uang dia bisa begitu” batin Hanum. ** Sehari bekerja pun membuat Hanum capek. Dia langsung pulang dan ingin segera mengadukan apa yang ia lihat tadi di kantor ke Ibunya. Sesampainya dirumah ia melihat Ibunya sedang di dapur membuat kan kopi ayahnya yang saat itu juga baru pulang dari bekerja. “Ibu....” panggil Hanum “Iya nak” jawab Bu Rita sambil menoleh dari arah datangnya suara “Ibu kok ga bilang sih kalau Perusahaan itu tempat Aditya bekerja juga.” ucap Hanum kesal “Nak, kamu kan juga ga pernah nanya Ibu. Ya Ibu pikir kamu juga sudah tau” jawab Bu Rita enteng “Bagaimana ini Bu, masak aku harus menghadapi suasana seperti ini setiap hari selama 2 bulan.” ucap Hanum khawatir melakukan kesalahan lagi “Kenapa anakmu Bu?” tanya ayah kepada Ibu karena melihat Hanum lemas dan ada raut kesal di wajahnya “Ini lo yah, Hanum bertemu Aditya di Perusahaan tempat magangnya” jelas Ibu kepada Ayah “Memang kamu PKN dimana nak?” tanya ayah “Di Perusahaan Cakrawala Putra yah” jawab Hanum lemas “Loh itu kan milik sahabat ayah Pak Deri. Apa kamu baru tahu?” ucap Pak Rendra “Nah. Aduh bagaimana ini apa aku batalkan saja PKN ku” ucap Hanum “Jangan. Kenapa kamu gegabah nak. Jalani saja PKN mu toh juga cuman 2 bulan. Dia pasti suka dengan keberadaan kamu disana.” Jawab ayah dengan tujuan nanti akan diberitahukan ke sahabatnya itu. Hanum langsung naik ke atas ke kamarnya dengan pandangan kosong dan lemas. “Anak itu. Ada ada saja. Lagian Deri pasti suka mendengar kabar ini” ucap ayah kepada Ibu “Halo, Iya Ren. Bagaimana?” ucap pak Deri menyapa di seberang telepon. “Baik. Aku cuman mau kasih tau kalau Hanum ternyata PKN di Perusahaan mu. Hari ini dia mulai PKN pertamanya." jelas pak Rendra “Kenapa baru bilang sekarang. Kalau aku tau, aku pasti akan menemuinya” ucap Deri diseberang telepon “Iya aku juga baru tau. Dia ga bilang sama sekali sebelumnya. Hari ini dia ketemu Aditya jadi kaget.” ucap pak Rendra “Oh baiklah. Besok aku akan menemuinya. Oh iya kapan kita bertemu lagi? “ tanya pak Deri “Aku bisa sih kapan saja. Kamu ini yang sibuk” ucap Pak Rendra meledek “Bagaimana kalau Sabtu ini? Apa kamu ada waktu?" tanya pak Deri “Bisa. Bagaimana kalau kamu ganti kerumahku. Kita makan malam disini” pinta pak Rendra “Oke setuju nanti aku aja Aditya sekalian” jawab pak Deri Sambungan telepon terputus. *** “Hanum” panggil salah satu pegawai di divisi Hanum bekerja “Iya ada apa?” balas Hanum “Kamu dipanggil ke ruangan wakil direktur” ucap Rio “Oh ada apa ya? Apa aku melakukan kesalahan?" tanya Hanum sedikit grogi “Aku juga ga tau. Cepat sana, nanti daripada dimarahi gara-gara kelamaan” jawab Rio Hanum langsung pergi dan segera mengetuk ruangan tersebut. Disana sudah ada Aditya. Ia kaget bukan main ketika Aditya mengetahui kalau dia PKN disini. "Bagaimana dia bisa tahu, sementara Perusahaan sebesar ini dengan banyak karyawan mengapa aku yang dipanggil." batin Hanum “Maaf pak. Apa bapak tadi memanggil saya?” tanya Hanum sopan “Iya silahkan duduk. Papah memberitahuku untuk segera menemui mu. Ia baru mengetahui kalau kamu PKN disini.” Ucap Aditya sambil melihat Hanum “Ayahhhhhhh. Kenapa mesti dikasih tau” batin Hanum geram kepada kelakuan ayahnya “Oh iya. Maaf aku kemarin memberitahu ayah. Tapi tidak bermaksud untuk menyampaikan ini kepada Pak Deri.” jelas Hanum “Ga usah minta maaf. Tadi papah memintaku untuk mengajak kamu makan siang di restoran seberang gedung. Ini juga sudah waktunya makan siang.” ajak Aditya “Hah. Apa gue salah denger diajak makan siang. Apa kata pegawai lainnya nanti. Pasti akan ada gosip baru tentang kami berdua. Aku harus menolaknya. Tapi bagaimana caranya?” batin Hanum “Halo Hanum. Kenapa melamun?” ucap Aditya sambil menggerak- gerakan telapak tangannya di depan wajah Hanum “Eh. Ngga deh. Aku makan sendiri aja. Lagian aku belum lapar juga” ucap Hanum terbata-bata “Ayolah papa pasti nanti marah kalau kamu ngga mau” pinta Aditya memohon Baru kali ini Aditya terlihat akrab dengannya dan memintanya. Biasanya dia dingin menghadapi Hanum. “Tapi kan aku pegawai PKN jadi tidak pantas untuk makan bersama wakil direktur. Nanti apa kata pegawai lainnya?” Ucap Hanum tanpa ragu “Udahlah gausah dipeduliin. Justru kalau kamu deket sama aku, mereka ga akan berani semena-mena sama kamu.” Jawab Aditya yakin
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN