Yoga, Satya dan Viar dalam perjalanan menuju kantin seperti biasa. Yoga mengawasi kedua sahabatnya yang sedari tadi hanya diam, entah mengapa kedua cowok itu tampak bengong hari itu. Tebesit rasa usil di hati Yoga, dia menghampiri Viar lalu berteriak tepat di telinganya. Viar terkejut, dia terhuyung lalu terjembab di kubangan bekas hujan di lapangan basket. Yoga dan Satya yang menyaksikan peristiwa itu terbahak. Yoga hanya mendengus, sekarang celananya jadi basah dan kotor. Ketika dia bangkit, pemuda itu tampak panik. Dia buru-buru mengeluarkan sesuatu dari balik saku bajunya. Selembar kertas yang tampak sudah basah. Viar membuka lipatan kertas itu dengan hati-hati. Matanya terbelalak menatap kertas tersebut. Apa yang ditakutkannya terjadi. Sebagian tinda pada ker

