Ihlam mengerutkan keningnya ketika melihat adiknya, Yoga bersama dua sahabatnya Satya dan Viar terduduk di kursi depan ruang tamu rumah Ihlam dengan tampang menderita. Entah apa yang membuat tiga remaja aktif dan berisik itu seketika jadi murung begitu. “Kalian kenapa?” tanya Ilham. Ketiga pemuda itu mengangkat kepalanya dengan kompak lalu menghela napas. “Masalah anak muda, kamu nggak akan ngerti, Tong!” kata Yoga. Ilham tertawa. “Aku ini juga pernah muda,” katanya sambil duduk di sofa kosong yang kosong. “Coba kutebak, pasti masalah cinta, ya?” Ketiga pemuda itu tak perlu menjawab, karena rona merah yang samar pada wajah mereka menandakan bahwa tebakan Ilham tepat. Ilham tertawa renyah. “Anak muda itu memang begitu. Kalau

