11. Empat Mata

1098 Kata
Dari jendela kamar hotel yang ditempati July dan N terlihat cakrawala telah berganti warna menjadi gelap malam. Panorama indahnya pemandangan malam, kerlap-kerlip lampu-lampu gedung perkotaan nan jauh yang ditawarkan hotel berkelas itu tidak mendapat perhatian. Begitu juga settingan kamar yang telah dihias sedemikian rupa untuk mendukung suasana romansa honey moon, dapat dengan mudah ditemukain di berbagai tempat. Seperti penataan ranjang tidur bertabur bunga, kamar mandi, sampai meja santai dalam kamar yang telah tersedia aneka wine. Pengaturan cahaya lampu nuansa romantis dan aroma terapi memenuhi penjuru kamar. Sangat disayangkan fasilitas hotel mewah dan lengkap diabaikan July, karena saat ini semua itu tidak ada artinya di mata July. Hanya satu objek yang menjadi pusat perhatian utama July di kamar itu, tidak sedetik pun melepaskan pandangan matanya pada N. “Jadi kau N, bisa jelaskan padaku apa yang terjadi hingga Argus mengutusmu ke tempat pernikahan? Apa kesepakatan di antara kalian? Siapa kau sebenarnya? Sungguh Argus memintamu untuk menjadi penggantinya?” Cecar July dengan separuh kewarasn yang tersisa. “Bisakah Nona tenangkan diri lebih dulu dan kita duduk bicarakan ini bersama?” Pinta N masih dengan suara mendatar. Tanpa menunggu persetujuan dari July, N duduk di kursi dalam suit room itu. July tertawa tak percaya dengan situasi konyol ini, mengapa ia harus begitu patuh pada setiap perkataan N sejak mereka bertemu. Tapi tidak ada alasan juga untuk July protes pada setiap saran N yang dianggapnya benar, bisa diterima akal. July mengambil tempat duduk di hadapan N. “Ceritakan secara detail dari awal. Jangan sembunyikan apa pun dariku.” “Saya mengerti, saya rasa Nona berhak tahu apa yang terjadi.” N mengeluarkan selembar kertas terlipat rapih dari saku bagian dalam jasnya. Kertas itu N buka dan bentangkan di atas meja, di hadapan July. “Ini adalah salinan kontrak perjanjian yang tuan Argus ajukan pada perusahaan tempat saya bekerja. Di sana tertulis permintaan tuan Argus menggunakan jasa agentt yang mana dimaksudkan dalam hal ini adalah saya sendiri untuk berperan sebagai dirinya menggantikan tuan Argus di hari pernikahan.” Terang N, selebihnya rincian perjanjian kontrak itu bisa July baca sendiri dalam lembar salinan yang N tunjukkan. July meraih kertas itu agar bisa membaca lebih dekat secara jelas. Semakin coba dipahami semakin July berpikir Argus sudah gila, bagaimana bisa ia mengambil langkah ini dan sekarang menghilang tanpa penjelasan meninggalkan July dalam kekacauan. Tanda tangan di kontrak perjanjian itu jelas memang milik Argus, July mengenalinya karena dalam setiap dokumen pekerjaan Argus menggunakan tanda tangan yang sama. “Sepertinya Nona belum dapat percaya,” Kata N membaca rona July yang masih gelisah bercampur bingung mencari jawaban pasti. “Saya bisa ceritakan pada Nona apa yang terjadi sampai Nona merasa yakin.” Mata July yang sedari tadi terpaku pada lembaran kertas beralih menatap N dengan raut wajah serius. “Katakan.” Pinta July singkat. “Tuan Argus datang ke perusahaan kami seminggu yang lalu―” “Seminggu yang lalu! Kau bilang?” July menyambar perkataan N yang belum selesai. Sampai N baru kali ini menunjukkan ekpresi wajah lain dari mode standarnya yang sepanjang ini terlihat. “Ya seminggu yang lalu.” N mengulangi. Apa yang terjadi seminggu lalu.. Seminggu sebelum hari pernikahan Argus mendatangi perusahaan tempat N bekerja untuk menyewa jasa seorang agentt menjadi pengganti dirinya selama satu hari. Perusahaan tempat N bekerja ini adalah untuk orang yang memiliki permasalahan pribadi dalam hal apa pun yang ingin meminta bantuan agentt untuk menyelesaikan masalah mereka. Mungkin dari luar berkedok sebagai usaha atau jasa biro jodoh. Karena berbagai alasan perusahaan dan demi reputasi, perusahaan ini menjalankan usaha sewa jasa itu dalam bayangan. “Pernikahan akan digelar dalam waktu seminggu, dan kau cukup menjadi diriku selama acara pernikahan berlangsung hingga selesai.” Argus mengeluarkan map coklat lalu melemparnya di atas meja. “Dokumen pribadi yang harus kau pelajari tentang July dan orang-orang di sekitarnya, termasuk kerabat terdekat.” N membuka amplop dan membaca isinya. Sangatlah penting bagi seorang agentt untuk mempelajari latar belakang klien atau target operasinya saat bertugas. “Yang anda maksudkan saya menjadi mempelai pria menggantikan anda di hari pernikahan?” “Benar.” Jawab Argus tegas tanpa keraguan. “Tapi bagaimana mungkin?” “Aku mengerti maksudmu. Tenang saja, July dan aku tidak pernah dengan sengaja membuka hubungan kami secara publik. Dan dalam pernikahan ini tamu undangan serta kerabat sama sekali tidak mengenal sosok mempelai pria.” Kening N mengkerut, masih tidak bisa menangkap penjelasan Argus. “Maksud anda?” “Aku dan July menjalani hubungan tertutup.” Argus mengeluarkan hal lain dari saku bagian dalam jasnya. Sebuah kartu undangan pernikahannya dengan July yang sudah cetak dan disebar. “Seperti yang kau lihat, tidak ada nama pasangan mempelai di kartu undangan kami begitu juga dengan foto.” Memang baru kali ini N melihat kartu undangan pernikahan unik serupa ini. Namun sebagai gantinya tertulis jelas siapa pengirim dan berbunyi, “Dari July Foster. Turut mengundang anda ke pesta pernikahaannya bersama mempelai pria pilihannya sendiri. Pada hari/tanggal...” “Kami punya alasan kuat dan― Oh, ceritanya akan panjang.” Menurut Argus tidak perlu juga ia ceritakan permasalahan itu pada orang asing yang akan ia sewa jasanya hanya untuk satu hari. “Jadi bagaimana? Kau bisa ‘kan!” “Tentu saja-tentu saja Tuan...” Bos perusahaan N yang sejak tadi cukup pengertian hanya mengamati langsung menerima permintaan Argus. Tentu saja tidak ada bos perusahaan yang akan menolak tawaran kerja yang datang, apa pun itu ia pasti akan berupaya menyanggupi. “Tuan tenang saja dan bisa percayakan pekerjaan ini pada N. Saya bukan ingin menilai tinggi pekerja saya Tuan, atau mengumbar ucapan manis. Tapi N ini adalah ace perusahaan kami yang memiliki banyak antrian ingin merekrut jasanya. Saya berani pastikan pada Tuan, N adalah yang terbaik untuk pekerjaan ini!” “Hmm.” Argus merasa teryakinkan dari ucapan barusan, karena ia datang ketempat itu juga karena mendengar reputasi pria yang ingin dipekerjakannya. “Baiklah, apa bisa diproses segera kontraknya?” Pinta Argus, di pihaknya sendiri ia tidak punya cukup waktu untuk bimbang mengambil keputusan. “Tentu-tentu, anda cukup mengisi dokumen perjanjian ini dan tanda tangani. Di dalamnya sudah tercantum rincian biaya dan jumlah pembayaran jasa kami, mohon dibaca dengan teliti.” Pinta Bos pada Argus mewakili N yang bahkan tidak sempat bicara sepatah kata lain sejak Bos perusahaannya ikut dalam perundingan. Namun Argus tanpa ragu menandatangi dokumen itu setelah secara sekilas melihat nominal jumlah biaya sewa jasa yang ditetapkan perusahaan, tanpa nego. Dan alhasil, Argus menyewa agentt terbaik dari yang terbaik dengan harga bayaran tertinggi. Seorang agentt level S dan ace perusahaan itu. Permintaan Argus mudah, N harus bersandiwara menjadi dirinya sebagai pengantin pria pada pernikahannya bersama July. ***upcoming
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN