39. Rania dan Nenek Asih

1614 Kata

“Jadi pemilik warung itu mintak ganti rugi?” tanya Auriga pada Gala yang tengah mengemudikan mobil miliknya. Remaja yang ditanya itu hanya mengangguk sekilas sambil menatap ke arah kembarnya lalu kembali fokus mengemudi. “Awalnya cewek itu datengin Gibran sana temannya, waktu gue mau nganter buah buat ke ruang rawatnya. Cewek itu datang dan marah-marah, bilang mintak ganti rugi untuk warungnya yang hancur,” jelas Gala yang memandang lurus ke arah depan, dimana ia hampir sampai ke tempat tujuannya. “Terus karena gue ngerasa hancurnya warung itu salah kita juga, gue minta cewek itu untuk nunggu tiga hari. Paling enggak sampai lo keluar dari Rumah Sakit.” Auriga sebenarnya masih berada dalam proses rawat jalan dan Kanaya mewanti-wanti agar remaja itu tidak banyak beraktivitas. Auriga bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN