“MAJU LO ANJENG!” “SINI LO BABI GUE GEPREK!” Queen yang mendengar teriak-teriakan dari para siswa tawuran itu seketika merasakan lututnya melemas, membayangkan jika Manggala tengah terjebak diantara orang-orang yang hendak adu hantam itu, apalagi diantaranya ada yang membawa balok. Auriga yang sedari tadi memperhatikan dari jauh, mulai paham bahwa yang sedang tawuran di jalan sepi ini adalah sekolahnya dan sekolah tetangga yang memang sering kali terjadi cekcok. Jujur saja, Auriga sebenarnya juga sebal dengan sekolah sebelah, apalagi dengan Ketua Osisnya yang sering menyembongkan diri sendiri jika ada pertemuan antara sekolah. Kayaknya seru jika Auriga bisa ikut di dalam tawuran itu. “Jangan bilang lo mau ikutan?” celetuk Queen yang berada di sebelah Auriga, ia memperhatikan mimik wa

