"Eee... gak perlu! Aku suka dengan mode kamu yang ini" sahutku. "Apa?" tanyanya dengan senyum menggoda. "Nggak perlu," jawabku. "Bukan yang itu. Tapi yang setelah itu," kata Ardi. "Aku suka dengan mode kamu yang ini," ucapku polos. "Alhamdulillah kalau kamu suka," ucap Ardi sok alim. Beberapa detik kemudian, waktu-waktu kami hanya diisi dengan saling membalas senyum. Lagipula pesanan makanan kami juga belum diantar. Memang warung pinggir jalan itu benar-benar sangat berbeda dengan restoran cepat saji. Senyum itu terlalu mempesona di mataku. Kalau ada kesempatan, aku ingin mengabadikannya dengan kameraku. Aku ingin sekali mengungkap semua kata hatiku. Ingin sekali aku bilang bahwa aku sangat menyukai itu. "Kamu gak kuliah?" tanyaku pada Ardi. "Enggak," jawabnya. "Kenapa?" tanyaku

