Bab 86

1999 Kata

POV Syila berakhir "Maaf Syila. Sepertinya aku harus merahasiakan tentang siapa sosok pengirim video tersebut selamanya," batin Ardi. Matanya yang indah terus memandang Syila dengan lekat. Masih di warung pinggir jalan itu mereka berada. Ardi sudah selesai dengan tugasnya menghabiskan sepiring nasi berlauk tempe itu. Namun tidak dengan Syila. Perempuan itu nampak tenang sekali dalam menyantap makanannya. "Aku boleh pesen lagi, nggak?" tanya Ardi pada Syila sambil cengar-cengir. "Masih belum kenyang?" tanya Syila. "Melihat Bidadari lagi makan membuatku lapar lagi," jawab Ardi seolah-olah tak peduli dengan keadaan sekitar. Lagi-lagi Syila mendapat perlakuan yang membuat perasaannya semakin menjadi-jadi. Rasanya ia ingin sekali berlari untuk mengindari lelaki itu. Namun ia ingat tentang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN