"Jangan terlalu serius!" balas Ardi. "Ya, makanya jawab!" perintah Syila. "Universitas Flamboyan, jurusan akuntansi, berangkatnya naik motor, pulangnya juga naik motor. Udah cukup?" ucap Ardi. "Lebih dari cukup," jawab Syila. "Kalau kamu?" tanya Ardi. "Entahlah. Mungkin aku akan istirahat dulu untuk satu tahun ini. Tahun berikutnya baru kuliah," jawab Syila. "Kenapa gitu?" tanya Ardi lagi. "Tidak semua hal yang kita lakukan itu mempunyai alasan, dan aku melakukan itu semua tanpa alasan apapun," jawab Syila. "Makan saja ada alasannya. Mandi juga ada alasannya. Semua yang kita lakukan di dunia ini pasti ada alasannya," balas Ardi. "Itu buatmu, tapi buatku lain," sahut Syila dengan santainya. "Heh, memang ya, perempuan itu tidak pernah mau mengalah," gumam Ardi. Ardi bergumam pelan

