Bab 81

1997 Kata

"Iya dong itu menurut gue. Kalau menurut lo mungkin yang lo anggap cantik tuh kuntilanak dan sebangsanya," ejek Ardi sembari menyatukan tawa dengan ketiga orang lainnya. "Sialan lo!" umpat Vino. "Sudahlah, jangan dihina lagi! Kasihan dia. Penderitaan yang lengkap. Udah jomblo, dibully pula," ejek Awan. "Hahahahaha," tawa mereka berempat. "Woi, Ndo. Ngapain lo ikut ketawa? Lo juga jomblo, beg*!" ucap Vino. "Oh, iya ya. Gue lupa," kata Nando sambil menggaruk-garuk kepalanya. "Nah gitu dong. Sesama kaum jomblo harus saling mendukung," ucap Bara. "Temen laknat!" ucap Vino kesal. Hanya kebersamaan yang bisa menciptakan keceriaan. Kebersamaan mereka berlima telah berhasil meramaikan kantin sekolahan dalam hal olah suara. Tak ada habisnya memang jika harus membahas tentang ejekan demi eje

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN